loader
HOTLINE : +62 8121 3280 80
info@tamblingwildlife.com

Lampung - Seekor beruang ditemukan mati mengenaskan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)-Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Talangsimpang, Lampung.

Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC menemukan bangkai beruang sekitar 1,4 km dari tapal batas yang berbatasan dengan Dusun Sugi Waras, Pekon Tirom, Kecamatan Pematang Sawu Kabupaten Tanggamus, Lampung.

"Kami temukan dada beruang itu sudah dibelah. Pelaku megambil kantong empedu yang mengandung enzim-enzim untuk dijual," ujar Ketut anggota Patroli AGP Pengamanan TWNC, Rabu (28/12/2016).

Anggota Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC menyebutkan pelaku menyiksa beruang itu. Setelah kaki beruang terjerat sling besi, kemudian kuku dan gigi beruang dicabut secara paksa dan terus disiksa sehingga adrenalin beruang naik yang menyebabkan empedunya membesar. Beruang disiksa agar enzim empedu keluar.

"Mereka menjual enzim yang harganya puluhan juta di pasaran gelap," katanya.

Hasil temuan Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC, pelaku mengambil taring, kuku, dan empedu. Dan ini lazimnya dilakukan oleh pembunuh binatang pesanan. Di lokasi yang sama, Tm Patroli AGP menemukan tiang untuk pemasangan jaring burung

"Perburuan liar marak terjadi di kawasan TWNC. Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC sering menemukan bukti perburuan bangkai binatang di kawasan konservasi," jelasnya.

Sebelumnya pihaknya menemukan bangkai napu (sejenis kancil), landak, dan kaki rusa sambar yang digantung setelah diambil dagingnya. Pihaknya sangat terkejut dengan temuan bangkai beruang yang membuktikan dari hari ke hari target pemburu satwa yang dilindungi semakin meningkat.

Ini perlu perhatian semua pihak serta penegakkan hukum yang tegas. "Kami juga menemukan bukti perburuan lain yaitu jerat aktif yang sering terpasang di beberapa kawasan TNBBS TWNC," tambahnya. [ton]

Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/2349165/perburuan-beruang-di-tnbbs-twnc-marak