loader
HOTLINE : +62 8121 3280 80
info@tamblingwildlife.com

RMOL. Seekor beruang ditemukan tewas dengan sangat mengenaskan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)-Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Talangsimpang, Lampung pada Sabtu (10/12).

Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC menemukan bangkai beruang itu sekitar pukul 16.55 WIB di koordinat 0459144, 9362687 atau sekitar 1,4 km dari tapal batas yang berbatasan dengan Dusun Sugi Waras,  Pekon Tirom, Kecamatan Pematang Sawu Kabupaten Tanggamus, Lampung.

"Kami temukan dada beruang itu sudah dibelah. Pelaku megambil kantong empedu yang mengandung enzim-enzim untuk dijual,"  jelas Ketut anggota Patroli AGP Pengamanan TWNC di Talangsimpang Lampung seperti diberitakan RMOL (Induk RMOL Sumsel), Senin (26/12).

Ketut menuturkan anggota Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC  menyebutkan pelaku menyiksa sangat sadis beruang itu. Setelah kaki beruang terjerat sling besi. Kemudian kuku dan gigi beruang dicabut secara paksa dan terus disiksa sehingga adrenalin beruang naik yang menyebabkan empedunya membesar. Beruang disiksa agar enzim empedu keluar.  

"Mereka menjual enzim yang harganya puluhan juta di pasaran gelap," ungkap Ketut prihatin menyaksikan beruang yang dadanya dikoyah-koyah.

Hasil temuan Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC, pelaku mengambil taring, kuku, dan empedu. Dan ini lazimnya dilakukan oleh pembunuh binatang pesanan. Di lokasi yang sama, Tm Patroli AGP menemukan tiang untuk pemasangan jaring burung

"Perburuan liar marak terjadi di kawasan TWNC. Tim Patroli AGP Pengamanan TWNC  sering menemukan bukti perburuan bangkai binatang di kawasan konservasi," ingat Ketut.

Sebelumnya pihaknya menemukan bangkai napu (sejenis kancil), landak, dan kaki rusa sambar yang digantung setelah diambil dagingnya. Pihaknya sangat terkejut dengan temuan bangkai beruang yang membuktikan dari hari ke hari target pemburu satwa yang dilindungi semakin meningkat. Ini perlu perhatian semua pihak serta penegakkan hukum yang tegas.

"Kami juga menemukan bukti perburuan lain yaitu jerat aktif yang sering terpasang di beberapa kawasan TNBBS "TWNC," pungkas Ketut.

Sekedar catatan,  menjual cairan empedu beruang sudah sering terjadi di Asia bagian Timur. Mengutip situs Mongabay.com edisi 25 Februari 2013 disebutkan bisnis menjual organ dan cairan beruang sangat menggiurkan. Tiga spesies utama beruang yang banyak diambil empedu adalah beruang hitam asia (Ursus thibetanus), beruang madu (Helarctos malayanus) dan beruang coklat (Ursus arctos). Beruang hitam dan beruang madu sudah masuk dalam daftar rentan di Daftar Merah IUCN.

Cairan empedu beruang sudah digunakan sejak 2000 tahun silam yang dijual  dalam berbagai bentuk seperti kantung empedu secara utuh, empedu mentah, dalam bentuk pil, bubuk, serpihan dan salep. Cairan empedu beruang mengobati wasir, sakit tenggorokan, luka, memar, penyakit otot, terkilir, epilepsi hingga membersihkan liver.

Sumber : http://m.rmolsumsel.com/news.php?id=63344