loader
HOTLINE : +62 8121 3280 80
info@tamblingwildlife.com

BANDAR LAMPUNG -- Sepuluh terdamwa pelaku pencuri ikan dengan bahan peledak di kawasan konservasi cagar alam laut (CAL) Bengkunat Belimbing, Pesisir Barat yang di kelola Tambling Wildlife Nature Conservation (TNWC) PT Adhiniaga Kreasi Nusa, akhirnya di putus bersalah oleh pengadilan negeri liwa dengan hukuman lima tahun penjara dipotong masa tahanan.

Selain itu barang bukti berupa kapal ikan yang digunakan untuk mengebom ikan dirampas untuk kemudian dimusnahkan, dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan penjara.

Komisarir utama PT Adhiniaga kKeasinusa TNWC Ronni Sihombing melalui phonselnya usai menghadiri sidang mengatakan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ahmad Iyud Nugraha, hakim anggota Firman Affandy, dan Maharani D. Manullang, memulai sidang dengan agenda mendengarkan tututan jaksa penuntut umum. 

Setelah itu sidang diskors dan dilakukan musyawarah dan kemudian dilanjutkan sidang denga agenda putusan. “ jadi ada dua sidan, pertama sidang tuntutan kemudian diskors dan dilanjutkan sidang putusan,” kata Ronni.

Masih menurut Roni, dalam sidang putusan tersebut majelis hakim memutuskan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 84 (2) UU No 31/2004 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 45/2009 ttg Perikanan jo Pasal 55 KUHP. "Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa dan para terdakwa terima putusan maka putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” Papat dia

Atas putusan majelis hakim tersebut Ronni menyatakan puas, hal tersebut sebagai bentuk efek jera terhadap para pelaku pencurian ikan di jawasan cagar alam laut yang menjadi wilayah konservasi.” Ini yang pertama di lampung, semoga dengan hukuman yang berat akan membuat efek jera dan tidak ada lagk pencurian ikan di wilayah konservasi,” kata dia.

Apalagi kata Ronni, cagar alam laut merupakan wilayah konservasi yang tujuannya untuk melestarikan lingkungan laut dan mencegah kerusakan alam.

Sumber